Posted by Agung Putra Dwijaya | Kamis, 23 Juni 2016 |
Posted in
Aneh,
Breaking News,
Unik,
WOW
Bumi yang kita tinggali ini memang menyimpan berjuta keindahan alam,
baik keindahan alamnya yang memukau maupun keindahan yang fenomenal.
Kadang-kadang saking uniknya, beberapa tempat memukau ini sulit dijumpai
di tempat lain.
Posted by Agung Putra Dwijaya | Jumat, 27 Maret 2015 |
Posted in
Aneh,
Breaking News,
Selebriti,
Unik
Kabar duka datang dari presenter sekaligus komedian Indonesia. Olga Syahputra. Setelah sekian lama dirawat di Singapura, kakak kandung Billy itu dikabarkan meninggal pada Jumat sore ini.
Konfirmasi meninggalnya Olga langsung disampaikan oleh manajer Billy, Marya saat dihubungi VIVA.co.id. "Iya benar (meninggal), selebihnya tolong hubungi manajer Olga," kata Marya.
Kabar meninggalnya komedian yang sempat mengeluarkan single "Hancur Hatiku" itu juga disampaikan manajer Ruben Onsu, Oja, kerabat dekat Olga.
"Dia belum dibawa ke sini (Jakarta). Masih di Singapura. Kami juga belum dapat info selanjutnya. Kalau ada kabar nanti dikasih tahu lagi," ujar Oja.
Seperti diketahui, pada awal 2014, Olga kembali masuk rumah sakit. Ia dilarikan ke rumah sakit, setelah pingsan saat mengisi sebuah acara di televisi.
Menurut ahli syaraf RSPI Rubiana, Olga menderita meningitis atau radang selaput otak. Penyakit Olga, kata dia, bermula dari kondisi tubuh yang terlalu lelah bekerja.
Posted by Agung Putra Dwijaya | Rabu, 31 Desember 2014 |
Posted in
Breaking News,
Kecelakaan
Tim IT Polri mendeteksi sinyal satu ponsel penumpang AirAsia QZ8501 dalam keadaan menyala ketika pesawat itu dinyatakan hilang kontak pada Minggu 28/12/2014. Kapolri Jenderal Sutarman menduga ada penumpang yang lupa mematikan ponselnya saat terbang."Sinyal HP kadang-kadang ada yang kelupaan matiin," ujar Kapolri di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (31/12/2014). Sutarman menyatakan, bila pesawat berada di ketinggian tertentu, kemungkinan sinyal tidak terdeteksi akibat terputus dengan BTS. Namun pada saat pesawat turun mendekat ke BTS, sinyal akan terdeteksi BTS tertentu.Terlacaknya sinyal ponsel itu, lanjut Sutarman, dilaporkan ke tim pencarian di lapangan. Semua informasi dikumpulkan termasuk keterangan dari nelayan. "Secara komprehensif seluruh info yang ada digunakan sehingga bisa menemukan titik-titik pencarian secara terfokus," tutur Sutarman.Serpihan pesawat sudah ditemukan di Selat Karimata, Selasa (30/12/2014) kemarin. 6 Jenazah sudah ditemukan yakni 3 laki-laki dan 3 perempuan.
Posted by Agung Putra Dwijaya | |
Posted in
Breaking News,
Kecelakaan
Allianz merupakan penanggung utama dari insiden pesawat AirAsia QZ8501. Perusahaan asuransi asal Jerman itu akan membayarkan klaim untuk pesawat dan penumpang pesawat nahas tersebut."Allianz sebagai salah satu perusahaan asuransi terkemuka di dunia, merupakan penanggung utama dari Penerbangan AirAsia QZ8501 dan telah mengkonfirmasi akan membayarkan klaim," kata Allianz dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, melalui pihak agen, Rabu (31/12/2014).Klaim untuk pesawat diperkirakan sebesar US$ 94 juta. Sementara masing-masing penumpang yang jadi korban, keluarganya dapat santunan US$ 165.000 atau sekitar Rp 2 miliar. Tim SAR Gabungan hari ini masih melakukan evakuasi jenazah para korban setelah lokasi diduga jatuhnya pesawat sudah diketahui. Cuaca buruk hari ini sedikit menghambat proses evakuasi.Sampai saat ini sudah ada enam jenazah yang berhasil dievakuasi ke KRI Bung Tomo. Jenazah akan dibawa ke Pangkalan Bun sebelum diterbangkan ke Surabaya.
Posted by Agung Putra Dwijaya | |
Posted in
Breaking News,
Kecelakaan
KRI Bung Tomo mengevakuasi sejumlah benda dari kawasan perairan Pangkalan Bun, Kalteng. Selain sudah 6 jenazah, sejumlah benda juga ikut diangkut."Emergency Tool bertuliskan AirAsia, dua buah pintu pesawat, satu unit emergency window, beberpa tas ransel berisi makanan dan sepatu anak, kamera pocket," demikian penjelasan Dispen Koarmatim dalam keterangannya, Rabu (31/12/2104).Sedang jasad yang ditemukan yakni terdiri atas 3 perempuan dan 3 pria. Jenazah masih berada di KRI Bung Tomo."Pada kedalaman 24 meter. Dari kontak Sonar tersebut diidentifikasi berupa benda-benda berserakan suspect serpihan badan pesawat," jelas Koarmatim.
Posted by Agung Putra Dwijaya | |
Posted in
Breaking News,
Kecelakaan
Pagi ini tim search and rescue kembali menemukan 3 jasad penumpang pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak pada Minggu (28/12) lalu. Tiga jenazah tersebut terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan. Hal tersebut disampaikan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI FH Bambang Soelistyo, saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jl Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (31/12/2014). Jasad perempuan yang ditemukan pagi ini diketahui memakai seragam pramugari. Berikut kronologinya:Pukul 06.06 WIB: Satu jenazah laki-laki ditemukan.Pukul 06.45 WIB: Satu jenazah perempuan berseragam pramugari ditemukan.Pukul 06.56 WIB: Satu jenazah laki-laki kembali ditemukan.Jenazah tersebut akan dibawa ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, untuk dilakukan perawatan. Jika sudah selesai, akan langsung dibawa ke Surabaya, Jawa Timur.
Posted by Agung Putra Dwijaya | Selasa, 30 Desember 2014 |
Posted in
Breaking News,
Kecelakaan
Hercules TNI AU kembali menemukan serpihan pesawat AirAsia QZ8501. Selain itu, ditemukan pula kargo yang dibawa pesawat tersebut. Berikut penampakannya. Kargo yang dievakuasi seperti koper ukuran sedang beroda berwarna biru, tabung oksigen dan barang seperti jaring atau parasut. Penemuan kargo ini dikonfirmasi kopilot pesawat Hercules TNI AU Lettu Galang di Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Selasa (30/12/2014)."Kami menemukan pecahan dan kargo yang masih utuh dalam kondisi 65%," kata Galang.Lettu Galang menemukan kargo tersebut di antara perairan Ketapang dan perairan Pelabuhan Bun. Kargo tersebut masih lengkap dengan jaring net kargo."Ditemukannya di 100 mil dari titik pencarian awal," ujarnya.Jalan menuturkan cuaca masih baik saat penemuan kargo tersebut. Arus laut juga dalam kondisi baik.
Posted by Agung Putra Dwijaya | |
Posted in
Breaking News,
Kecelakaan
Tim SAR dari Basarnas menemukan beberapa korban yang diduga penumpang Pesawat Air Asia.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Letkol Manahan Simorangkir mengatakan, tim Basarnas belum dapat memastikan apakah korban itu masih hidup atau sudah meninggal dunia.
"Kita mendapatkan kabar dari heli Basarnas HR 3061 pilot kapten Laut (P) Chandra," kata Manahan, Selasa 30 Desember 2014.
Beberapa korban terlihat dari ketinggian 1.000 hingga 2.000 feet di udara.
"Ditemukan pada posisi 03.50.00 LS - 110.31.08 BT," jelasnya.
Sebelumnya, Basarnas telah menemukan enam jenazah dan telah mengevakuasi tiga di antaranya.
Posted by Agung Putra Dwijaya | |
Posted in
Breaking News,
Kecelakaan

Basarnas saat ini sedang melakukan evakuasi korban pesawat AirAsia QZ8501 yang ditemukan di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Menurut Kepala Disaster Victim Identification (DVI) Jawa Timur Kombes Budiyono, setiap jenazah korban pesawat AirAsia yang ditemukan akan segera dibawa ke Surabaya."Penumpang AirAsia secepatnya akan dibawa ke Surabaya. Tim identivikasi akan melakukan identifikasi di RS Bhayangkara Polda Jawa Timur," ujar Budiyono di Posko Crisis Center Bandara Udara Juanda, Selasa (30/12/2014) petang.Dari informasi yang diterima detikcom, malam ini ada tujuh jenazah yang akan diterbangkan ke Bandara Juanda. Jenazah itu nantinya akan disemayamkan di gedung bekas penampungan TKI di Jalan Raya Juanda.Budiyono mengatakan, untuk memudahkan investigasi jenazah, tim identifikasi meminta keluarga menyerahkan data fisik dan DNA story ke posko kesehatan. "Sampai saat ini sudah puluhan keluarga yang menyerahkan ke kita. Mereka juga menyerahkan ciri-ciri fisik seperti rambut dan record medisnya," ujarnya.Untuk Warga Negara Asing (WNA), pihak DVI akan berkoordinasi dan kerja sama dengan kedutaan.
Posted by Agung Putra Dwijaya | |
Posted in
Breaking News,
Kecelakaan

Polri tidak hanya membantu upaya pencarian lewat kapal Pol Air. Namun mereka juga melacak nomor ponsel para penumpang. Ada satu sinyal dari nomor salah satu penumpang yang terdeteksi. "Jadi itu adalah temuan analisis IT kita karena saya minta nomor HP-nya penumpang pesawat itu. Beberapa kemudian saya olah, saya evaluasi dimonitoring sama kita sehingga kita memperoleh informasi terakhir dia," kata Kapolri Jenderal Sutarman di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Selasa (30/12/2014)."Karena HP itu terbang terlepas dari BTS dia hilang. Tapi mungkin ada yang nggak dimatikan lalu nyambung lagi dengan BTS," tambahnya.Menurut Sutarman, posisi sinyal berada di sebelah barat kalimantan. Kapal sudah dikerahkan ke lokasi. "Satu sinyal dari satu nomor," imbuhnya.Ditambahkan sang jenderal, belum jelas milik ponsel siapa sinyal itu datang. Saat ini, dia sedang terus melakukan penelusuran.
Posted by Agung Putra Dwijaya | |
Posted in
Breaking News,
Kecelakaan
Basarnas dan TNI AU menemukan bayangan besar di dalam Laut Jawa di dekat Selat Karimata, yang diduga AirAsia Qz8501. Diduga pesawat Airbus A320-200 tersebut menukik dengan tajam ke laut, sehingga upaya pendaratan darurat pun gagal."Sudah tampak dari udara bayangan besar dari badan pesawat yang memiliki kedalaman 20-30 meter. Bila ini adalah upaya dari pendaratan darurat di air (ditching) walaupun tidak berhasil, tapi membuka kemungkinan ada yang selamat," kata pilot senior Garuda Indonesia yang kini menjadi salah satu pilot air race, Jeffrey Adrian, melalui twitter, Selasa (30/12/2014).Namun demikian kemungkinan pesawat jatuh setelah mesin mati di tengah awan cumulonimbus, sehingga pesawat tanpa kontrol menukik ke laut."Tetapi bila seperti kesimpulan yang disampaikan kemarin, maka terjadi impact besar tanpa control pesawat menyentuh air dengan keras dan sudut drastis," katanya."Secara pribadi...turut berduka cita sedalam-dalamnya, semoga keluarga diberi keikhlasan kekuatan. Dan semoga ini jadi renungan kita untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Yang Maha Kuasa, juga memperbaiki apa yang perlu kita perbaiki terutama di bidang transportasi... Aamiin," katanya.
Posted by Agung Putra Dwijaya | |
Posted in
Breaking News,
Kecelakaan
Setelah menemukan satu sosok mayat diduga korban Pesawat AirAsia, Pesawat Hercules kembali menemukan visual jasad. Letak penemuan mayat ini tidak terlalu jauh dari lokasi pertama penemuan mayat.Pesawat Hercules yang diterbangkan dari Lanud Halimperdanakusuma Jakarta sempat mendarat di Lanud Iskandar Pangkalan Bun untuk berkoordinasi atas penemuan serpihan dan mayat, Selasa (30/12/2014). Hercules pun kembali menyusur wilayah selatan Perairan Pangkalan Bun.Setelah menemukan kembali visual pelampung berwarna orange dan serpihan, pada pukul 15.30 WIB Hercules kembali menemukan sejumlah sosok manusia terbawa arus. Letaknya tidak jauh dari penemuan sosok mayat pertama yaitu di Selat Karimata dekat Teluk Air Hitam."Sebelah west (barat), jaraknya sekitar 105 NM dari lokasi pertama," ujar Navigator Pesawat Hercules A-1319 Lettu Adhi Miswara di cockpit pesawat.Copilot Lettu Erwin Tri Prabowo berusaha mengambil gambar temuan mayat-mayat tersebut dengan menggunakan kamera dengan lensa panjang. Ia melihat dalam radius 2-3 NM atau sekitar 5 km, ada sekitar 7-8 mayat.Salah satu mayat yang ditemukan dalam posisi telungkup mengenakan baju putih celana hitam. Selain itu juga ada sekelompok mayat yang berjejeran dan terlihat sedang bergandengan."Ada sekitar 7-8 (mayat). Satu memakai baju putih celana hitam. Saya lihat 3-4 bergandengan, tapi nggak sempat kefoto," jelas Lettu Erwin.
Menurut Erwin, ada satu mayat lagi yang terlihat juga mengenakan celana hitam namun bajunya sudah tidak terlihat jelas. Beberapa mayat juga tampak terombang-ambing terbawa ombak.Koordinat penemuan tersebut tercatat di South 03.56,388" East 110. 29,987". Erwin juga mengatakan penemuan itu sudah dilaporkan melalui radio ke KRI milik TNI AL yang sedang melakukan penyusuran di laut untuk melakukan evakuasi."Sudah dilaporkan ke KRI," tukasnya.
Posted by Agung Putra Dwijaya | |
Posted in
Breaking News,
Kecelakaan
Konten 18+
Mohon maaf jika terdapat gambar yang cukup jelas, gambar tersebut sudah kami sensor, apabila masih terindikasi gambar jelas, kami mohon maaf

JelajahSeru.Co.Vu | Direktur Operasional Badan SAR Nasional posko Pangkalan Bun, S.B. Supriyadi menyatakan telah menemukan 3 jenazah yang diduga kuat korban AirAsia QZ8501 di perairan Pangkalan Bun. "Penemuan tadi pukul 14.30, pada jarak 105 mil laut dari Pangkalan Bun," kata dia Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, sesaat setelah mendarat pascameninjau lokasi penemuan, Selasa siang, 30 Desember 2014.
Supriyadi yang menumpang helikopter Dauphin milik Badan SAR Nasional terbang menuju lokasi penemuan. Lokasi ini diketahui setelah tim TNI AU yang berangkat dari Halim Perdana Kusumah, Selasa pagi menemukan benda mencurigakan di wilayah perairan tersebut. Awalnya Supriyadi hanya akan mencoba mengambil barang-barang itu untuk diteliti. "Tapi setelah di lokasi rupanya ada 3 jenazah."Ketiga jenazah rencananya akan langsung dievakuasi menggunakan teknik hoisting, atau menurunkan kru menggunakan tali dari helikopter ke permukaan laut. "Tapi kecepatan angin sangat tinggi, antara 20-25 knot, akibatnya helikopter terombang-ambing." Tak hanya itu, gelombang perairan Pangkalan Bun pada Selasa siang tak bersahabat. "Ombaknya antara dua sampai tiga meter."
Upaya menarik jenazah gagal karena kru yang diturunkan terhempas ombak. "Padahal dia sudah bisa menyentuh tangan korban." Karena cuaca memburuk, operasi hoisting akhirnya disudahi.
Basarnas langsung mengerahkan KRI Bung Tomo bernomor lambung 357 yang sedang berlayar di dekat lokasi penemuan. "Operasi evakuasi kami alihkan memakai kapal." Dari kapal itu kan diturunkan 2 perahu karet untuk mengevakuasi jenazah.
Posted by Agung Putra Dwijaya | |
Posted in
Breaking News,
Kecelakaan

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Djoko Murdjatmojo mengatakan bahwa siang ini pesawat dari Kementerian Perhubungan yaitu pesawat kalibrasi juga melihat adanya serpihan-serpihan warna merah putih, di perairan dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Serpihan pertama ditemukan pada koordinat 03.52,50 Lintang Selatan kemudian 110.30,53 Bujur Timur. Benda kedua kedua di koordinat 03.52,73 Lintang Selatan dan 110.30, 18 Bujur Timur. Benda ketiga ada di koordinat 03.52,62 Lintang Selatan dan 110.29,39 Bujur Timur."Kira-kira posisinya di perairan Pangkalan Bun, posisi kurang lebih di Pangkalan Bun, di 99-100 mil dari Pangkalan Bun pada radial 225 derajat," kata Djoko di Kementerian Perhubungan, jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2014).Menurut Djoko informasi ini telah dikomunikasikan dengan beberapa pihak seperti TNI Angkatan Udara, dan Basarnas. "Hasil temuan ini ya dari pesawat kalibrasi tadi. Mudah-mudahan dengan tahap ini bisa segera dikonfirmasi (kepastian AirAsia)," kata Djoko. Sebelumnya Pesawat Hercules TNI AU juga menemukan 10 lebih serpihan diduga dari pesawat AirAsia QZ8501. "Ada 10 benda besar dan benda kecil-kecil banyak. Untuk meyakinkan itu saya akan berangkat dengan helikopter bersama Basarnas," kata Panglima Komando Operasi I TNI AU Marsekal Muda Dwi Putranto di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Selasa (30/12/2014). Serpihan itu ditemukan di Selat Karimata.
Posted by Agung Putra Dwijaya | |
Posted in
Breaking News,
Kecelakaan
Kesedihan menyelimuti Posko Crisis Center di Bandara Juanda, Surabaya. Keluarga penumpang banyak yang menangis setelah menyaksikan televisi swasta yang menyiarkan temuan yang diduga pecahan pesawat AirAsia.Pantauan detikcom, Selasa (30/12/2014), beberapa di antara mereka saling menenangkan anggota keluarganya yang shock. Di Crisis Center sejak semalam telah dipasang 8 unit pesawat televisi tambahan untuk memudahkan keluarga menyaksikan perkembangan rescue melalui media.Sebagian besar dari mereka fokus memantau pemberitaan. Tak sedikit di antaranya yang mengakses berita via telepon pintar.Ada yang menunjukkan raut muka sedih. Ada pula yang memilih menunduk, setelah lama memperhatian pemberitaan.Kepala Basarnas Jatim Hernanto menyatakan secara resmi pihaknya belum akan menyampaikan temuan di Selat Karimata itu ke keluarga. "Kami menunggu update dari basarnas pusat tentang temuan itu," kata Hernanto.
Posted by Agung Putra Dwijaya | |
Posted in
Breaking News,
Kecelakaan
Serpihan-serpihan ditemukan di Selat Karimata oleh pesawat TNI AU. Kemenhub memastikan bahwa serpihan-serpihan itu bagian dari pesawat."Sudah dipastikan itu adalah serpihan pesawat. Ada tiga obyek yang titik koordinatnya berbeda-beda tadi," jelas Plt Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Djoko Murjatmodjo ketika ditanya apakah sudah terkonfirmasi bahwa serpihan-serpihan itu bagian dari pesawat.Hal itu disampaikan Djoko usai jumpa pers di Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2014) pukul 13.40 WIB."Sehingga tadi sejalan dengan (info) yang Anda dapat dari Basarnas tadi. Kalau ada warna putih merah kan mestinya badan pesawat. Nah, segala potensi SAR, TNI akan segera ke sana. Akan terbang ke Pangkalan Bun (Kalteng)," tutur Djoko.
Posted by Agung Putra Dwijaya | |
Posted in
Breaking News,
Kecelakaan
Pesawat TNI AU menemukan tangki dan pelampung di Selat Karimata. Benda itu berwarna oranye dan terlihat jelas."Lokasi itu 15-20 Km sebelah timur di titik terakhir AirAsia terdeteksi di Selat Karimata," urai Pangkoops I Marsma Dwi Putranto di Pangkalan Bun, Selasa (30/12/2014).Lokasi penemuan tak jauh dari Pangkalan Bun. Dwi Putranto dengan pesawat CN 235 kemudian kembali ke Pangkalan Bun dan kembali ke lokasi dengan Super Puma."Itu seperti tangki dan pelampung warnanya oranye. Ada serpihan warna putih polos serta lemepengan hitam," jelas Dwi."Ada bentuk panjang warna kuning, ada serpihan putih," tutur dia.
Posted by Agung Putra Dwijaya | |
Posted in
Breaking News,
Kecelakaan
Selain menemukan serpihan, Tim TNI AU juga menemukan objek yang diindikasikan sesosok jasad manusia di perairan Selat Karimata yang dekat dengan Teluk Air Hitam, Kalimantan Barat.Temuan itu terlacak dari pesawat Hercules A1319 yang dipiloti Mayor Penerbang Akal Juang, yang terbang dari Halim PK Jakarta Timur. Pada Selasa (30/12/2014) sekitar pukul 10.30 WIB, kru pesawat melihat serpihan-serpihan.Kamera milik fotografer yang canggih dipinjam oleh Kopilot Lettu Penerbang Tri Prabowo. Tri mengambil sebuah gambar dari atas kokpit pesawat. Ia melihat-lihat hasil jepretannya. Saat itulah Tri mengindikasikan sesosok manusia sedang melambai-lambai.Pintu belakang pesawat lalu dibuka untuk mengecek kebenaran penampakan sesosok manusia itu. Pintu itu lalu ditutup lagi. Pesawat dikoordinasikan menuju ke Pangkalan Bun di Kalimantan Tengah.Tri kemudian mentransfer hasil jepretannya ke laptop. "Saya pikir itu (orang) melambai-lambai tetapi setelah foto ditransfer ke laptop terlihat badannya sudah mengembung. Jadi itu sepertinya sesosok mayat," kata Tri."Hampir positif karena titik lokasinya tidak berjauhan dari lokasi posisi pesawat terakhir terdeteksi," ujar dia. Pesawat Hercules tersebut juga menemukan serpihan-serpihan lebih dari 10, termasuk objek-objek berwarna oranye, di Selat Karimata.
Posted by Agung Putra Dwijaya | |
Posted in
Breaking News,
Kecelakaan
Ada lagi temuan baru yang diduga terkait pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang kontak. Seorang nelayan bernama Taha mengaku melihat benda mengapung sepanjang 2 meter berwarna putih merah di perairan Belinyu, Pulau Bangka, Provinsi Babel. Pangdam Sriwijaya Mayjen TNI Iskandar MS pun mengaku telah menerjunkan helikopter ke lokasi."Deputi sudah mengirim M35 ke sasaran. 1 heli mendekat ke lokasi," ucap Iskandar di posko gabungan Manggar, Belitung Timur, Selasa (30/12/2014).Iskandar menyebutkan heli tersebut masih menuju lokasi, jadi belum ada informasi lebih lanjut mengenai temuan itu."Belum, belum," ucapnya.Sebelumnya Gubernur Babel Rustam Effendi menyebutkan temuan benda mengapung tersebut. Kapolda Babel Brigjen Pol Gatot S juga mengatakan laporan itu dari seorang nelayan yang menyebut benda itu disebutkan berwarna putih dan merah mirip dengan bodi pesawat AirAsia."Masih belum tahu apakah itu serpihan pesawat atau tidak. Dia (nelayan) bilang warnanya putih merah," ucap Gatot di lokasi yang sama.Gatot mengatakan nelayan itu langsung diajak oleh Pol Air untuk menuju ke lokasi. Hanya saja kapal milik Pol Air urung mendekat karena terhalang ombak tinggi."Ombaknya setinggi 3 meter. Ini dari TNI AD sudah meluncurkan helicopter menuju ke lokasi untuk mengecek," ucapnya.
Posted by Agung Putra Dwijaya | |
Posted in
Breaking News,
Kecelakaan
Gubernur Bangka Belitung Rustam Effendi dan Kapolda Brigjen Pol Gatot S menyebutkan ada nelayan yang menemukan serpihan. Panjangnya sekitar 2-4 meter dan berwarna merah putih. Ini perkiraan lokasinya.Berdasarkan keterangan kedua pejabat tersebut, lokasi temuan berada di perairan Belinyu, Bangka Belitung. Nelayan yang melapor adalah Taha dan dia mengaku melihat benda mengapung di lautan.Lewat fasilitas google maps, bisa terdeteksi di mana perairan Belinyu. Lokasinya berada di ujung utara pulau Bangka Belitung. Jaraknya cukup jauh dari Pangkal Pinang, ibu kota Provinsi Bangka Belitung.Otoritas berwenang tidak bisa mengirim kapal sekarang karena ombak yang tinggi. Akhirnya, Pangdam Sriwijaya Mayjen TNI Iskandar M Sahil mengirim helikopter ke lokasi."Deputi sudah mengirim M35 ke sasaran. 1 heli mendekat ke lokasi," ucap Iskandar di posko gabungan Manggar, Belitung Timur, Selasa (30/12/2014).