10 Amanat yang Ingin Kusampaikan Pada Diri Sendiri di Tahun 2015
Ucapkan selamat datang pada tahun 2015! Tak terasa, tahun 2014 sudah kita lewati ya. Tahun berganti dengan begitu cepatnya, sampai-sampai kita tak menyadari bahwa kita sudah melewati banyak hal dan momen penting. Banyak keinginan, harapan, cita-cita dan perubahan yang belum sempat terwujud di tahun 2014.
Demi menjadi lebih baik di tahun baru ini, jangan menunggu amanat dari orangtua untuk mewujudkan keinginan dan harapan yang sempat tertunda. Beramanatlah untuk diri sendiri sebagai motivasimu menyambut tahun baru 2015. Nah, pesan apa sih yang ingin kamu sampaikan pada dirimu sendiri? Simak yuk jawaban-jawaban dari para pembaca ini!
1. Jangan menunggu “waktu yang tepat” untuk mewujudkan sesuatu. Tak ada waktu yang tepat selain sekarang. Ketuk dan jemput masa depanmu!
“Ingatlah, semua harapan telah kamu simpan lama. Mari wujudkan di tahun ini, jangan pernah menunggu lagi…”Abangbuy , 23, Cairo
Tahun baru memang momentum yang tepat untuk melakukan perubahan! Jika di tahun 2014 kamu belum sempat merealisasikan semua impian dan harapanmu, maka di tahun baru ini kamu harus berusaha untuk bisa mewujudkannya sendiri.
Apa lagi yang kamu tunggu? Saat paling tepat untuk mewujudkan mimpi dan harapanmu adalah dengan memulai melakukannya sekarang juga. Belajar dari pengalamanmu di tahun kemarin. Menggantung harapan tanpa ada usaha sama sekali untuk mewujudkannya, sama saja menyia-nyiakan kesempatan emas. Karena itu, jangan biarkan tahun baru ini terlewati begitu saja seperti tahun kemarin ya!
2. Buang jauh-jauh sifat burukmu. Di tahun ini, kamu harus jadi orang yang baru!
“Harus jadi orang yang lebih keras me-managemood! Kamu udah nyakitin banyak orang karenamoodmu yang unstable di 2014.”Agnes, 21, Yogyakarta
Coba kamu ingat-ingat kembali setahun belakang kemarin. Apa saja yang sudah kamu perbuat? Apakah dirimu sudah cukup baik sebagai anak, saudara, atau teman? Ya, mungkin tanpa sadar ternyata kemarin kamu sudah cukup banyak menyakiti dan menyinggung perasaan orang lain. Kamu masih sibuk memikirkan ego dan kepentinganmu sendiri, hingga kamu nggak peduli dengan orang-orang di sekitarmu.
Nah, kalau kamu memang merasa belum cukup jadi pribadi yang baik, emosi sering naik turun dan masih terlalu egois, ada baiknya kamu mulai merubah sifatmu di tahun yang baru ini. Tahun bertambah, begitu juga usiamu, udah sepatutnya kamu bisa bersikap lebih dewasa. Yuk, saat ini adalah saatnya kamu berubah jadi lebih dewasa — dewasa dalam bersikap dan mengontrol diri. Yakin deh, orang-orang di sekitarmu juga akan bersikap baik padamu!
3. Mau skripsian sampai kapan? Ayo, jadikan tahun ini tahun dimana kamu bisa mencium bau toga!
“Semangat selesein skripsinya, jangan males-malesan, cepet wisuda terus ngebahagiain ortu. Semangattt, ga boleh males-malesan!”Henz, 22, Semarang
Adakah diantara kamu yang juga sedang berjibaku dengan tugas akhir atau skripsi? Ya, di tahun 2015 ini bisa jadi adalah tahun dimana kamu harus menggarap habis laporan skripsimu itu. Kalau bukan tahun ini, mau sampai kapan lagi coba? Kalau kemarin kamu terbiasa mengerjakan skripsi dengan santai, progres yang lambat, maka di tahun baru ini kamu harus berhenti dengan kebiasaan itu.
Jadikan tahun 2015 ini menjadi tahun yang spektakuler dengan menjadikannya sebagai tahun kelulusanmu! Semangati dirimu sendiri agar kamu nggak malas-malasan dan bisa segera menyelesaikan skripsi. Berjanjilah pada dirimu sendiri, di tahun baru ini kamu akan membebaskan dirimu dari yang namanya skripsweet! Semangat!
4. Berhenti berusaha menyembunyikan renjana. Kamu bisa saja berbohong pada orang lain, tapi tidak pada diri sendiri.
“Fokus pada cita-cita dan tujuan hidup yang sudah ditentukan. Rumusnya: PD + Yakin + Do’a.”Tety Heryanti, 19, Indramayu
Kalau di tahun 2014 kemarin kamu sudah menemukan apa yang menjadi renjana, cita-cita, dan tujuan hidupmu, artinya kamu telah berhasil menemukan jalan yang akan kamu tempuh di masa mendatang. Nah, di tahun baru ini tugasmu selanjutnya adalah untuk menggiati dan menggelutinya dengan sungguh-sungguh dan sebaik mungkin agar kamu bisa sampai pada tujuanmu. Jika kamu sempat memendam renjana ini dalam-dalam dan berusaha melupakannya, kini saatnya kamu menerima bahwa renjana itu akan selalu ada. Kamu bisa membohongi orang lain tentang apa yang sebenarnya kamu inginkan dalam hidup. Namun, kamu tak bisa membohongi diri sendiri.
Dalami apa yang kamu yakini sebagai renjanamu. Jika kamu tak sungguh-sungguh, maka bisa-bisa kamu akan kehilangan renjanamu, kamu pun harus mulai dari awal lagi — sayang ‘kan? Renjana yang kamu dalami dengan sungguh-sungguh akan mengantarkanmu pada cita-cita yang kamu impi-impikan. Jangan ragu untuk mengeluarkan uang demi mengasah renjanamu, karena percayalah, itu akan bermanfaat buat masa depanmu nanti.
5. Tahun baru adalah waktu untuk membuang kegalauan. Kamu lebih berharga dari memori-memori buruk yang selama ini kamu putar ulang!
“Pesan gw buat diri gw di tahun 2015: move ondari kegalauan di tahun 2014. Biar tambah dewasa dan nggak egois lagi.. hahahha”Keke, 20, Depok
Sepanjang tahun 2014 kemarin, seperti nggak mungkin kalau kita nggak merasakan yang namanya kegalauan hati. Entah itu galau masalah percintaan, pendidikan, finansial atau yang lainnya. Tiap kali kita mengingat dan memikirkan permasalahan itu, kegalauan pasti menghantui pikiran kita.
Tahun baru ini adalah saatnya buat kamu untuk melepaskan semua bayang-bayang kegalauan di tahun kemarin. Jadikan semangat awal tahun baru sebagai energi untukmove on dari segala kegalauan yang sering kamu rasakan selama 12 bulan terakhir. Nggak ada manfaatnya lagi untuk masa depanmu jika masih terus saja terpuruk dalam kegalauan. Tahun baru, semangat baru!
6. Sementara, jangan lupa: tak ada yang bisa berdampak lebih besar dari perubahan-perubahan kecil.
“Jangan pernah nyepelein,hal-hal sekecil apapun tahun 2014 ini. Sudah ngumpulin surat teguran ke-3 dari HRD karena masalah sepele: Lupa absen pulang, akibatnya jatah cuti harus direlakan sebagai konsekuensinya.”Ucik, 22, Surabaya
Jangan hanya fokus pada perubahan-perubahan besar saja, lho! Ingat, kamu juga perlu melakukan perubahan kecil dalam keseharianmu. Walau sepele, tapi itu bisa berakibat besar. Seperti yang diucapkan oleh pembaca di atas, kadang kita terlalu teledor dengan hal-hal yang kecil, dan akibatnya kita sendirilah yang rugi.
Berusahalah untuk mengubah kebiasaan buruk yang sepele di tahun baru ini. Jika kamu dulu sering lupa menelepon orangtua, tahun ini kamu harus berusaha untuk rutin menghubunginya. Jika kamu sering teledor soal-hal-hal kecil, kamu harus berusaha untuk lebih berhati-hati. Perubahan kecil bisa berdampak besar bagi hidupmu , lho!
7. Kebutuhan yang paling mendesak memanglah kebutuhan hati. Apakah kamu berniat mencari pacar di tahun ini?
“Yuk cari pacar yang berkualitas, yang bisa menyemangati kuliahmu!”Cha, 18, Bogor
Kisah cintamu di tahun kemarin kandas di tengah jalan? Atau selama setahun kemarin kamu betah menjomblo? Nggak ada salahnya kamu menjadikan tahun depan sebagai tahun untuk mencari jodoh! Ya, bukan karena kamu nggak bisa hidup tanpa adanya pacar, tapi keberadaan seorang pacara bisa jadi penyemangatmu dalam menjalani hari-harimu, lho!
Tapi jangan ulangi kesalahanmu di tahun kemarin, lho! Pacar barumu nanti harus yang jauh lebih baik dari mantanmu kemarin. Carilah pacar yang berkualitas, supaya kamu juga bisa ikut terbawa ke arah yang lebih positif. Semoga di tahun baru ini kamu menemukan pacara yang berkualitas ya!
8. Ketika kamu sudah menemukan pasangan hidup yang cocok, kenapa tak lanjutkan ke jenjang yang selanjutnya saja?
“Saya ingin melanjutkan ke fase hidup selanjutnya — berkeluarga. Semoga saya menikah sebelum pertengahan tahun ini. Dan semoga saya mendapatkan pesan-pesan yang terbaik pula dari hipwee! Amien.”
Kholid Asrori , 29, Probolinggo
Pergantian tahun juga bisa menjadi saat kita harus melanjutkan fase hidup kita ke fase selanjutnya. Jika kamu sudah memiliki pasangan yang cocok, maka tunggu apalagi? Lanjutkan hubunganmu dengan pasanganmu menuju hubungan yang lebih serius, yakni membina sebuah rumah tangga.
Wujudkan cita-citamu bersama pasanganmu di tahun baru ini, dengan mengubah status pacar menjadi suami atau istri. Menikah bukan sebuah tuntutan, namun itu juga jadi sebuah kebutuhan bagimu. Kalau kamu sudah lama berpacaran, dan kamu sudah cukup mapan dan siap untuk membina rumah tangga, kenapa tidak dihalalkan saja? Jika kamu sudah memiliki niatan untuk menikah, semoga niat baikmu ini bisa terwujud di tahun ini ya!
9. Berani memulai berarti berani untuk menyelesaikan. Selesaikan apa yang sudah kamu mulai — kamu sudah sejauh ini.
“Tetap harus disiplin dan selesaikan apa yang sudah dimulai.”Bli Dodi, 26, Tabanan
Hal baik yang sudah kamu lakukan di tahun kemarin sudah sepatutnya untuk kamu pertahankan bahkan ditingkatkan. Jangan sampai di tahun yang baru ini kamu malah mengalami kemunduran, jika dulu kamu sudah menjadi orang yang cukup disiplin, maka pencapaianmu tahun ini adalah harus lebih disiplin lagi.
Tapi apabila hal yang sudah kamu mulai dari tahun kemarin belum membuahkan hasil yang baik, jangan menyerah, terus lanjutkan dan selesaikan di tahun ini. Belum selesai bukan berarti gagal, karena semua memang membutuhkan proses. Terus lanjutkan proses yang sudah mulai kamu jalani, jangan berhenti di tengah jalan, siapa tahu tahun ini adalah tahun keberuntunganmu. Apa yang sudah kamu mulai sejak tahun kemarin berbuah hasil di tahun ini!
10. Tak ada waktu untuk menyesali kesalahan masa lalu. Katakan “Ya!” pada kesempatan-kesempatan yang masa depan tawarkan.
“Berhenti menyesali kesahalan di tahun 2014 dan mulai menata hidup kembali dengan lebih baik dan tentu saja dengan persiapan matang menghadapi dunia kerja dan pernikahan. Selamat datang jodoh di tahun 2015.”Bunga, 22, Samarinda
Mungkin tahun kemarin banyak hal yang mengecewakan buatmu. Banyak rencana yang gagal, kenyataan yang tak sesuai dengan harapanmu, dan kamu merasa hidupmu di tahun kemarin hancur berantakan. Jangan bersedih dan menyesalinya! Sambutlah tahun baru ini penuh dengan keoptimisan.
Kamu boleh gagal di tahun kemarin, tapi jangan jadikan hal itu sebagai alasan untuk tidak melakukan perubahan yang lebih baik bagi hidupmu. Mulailah dengan menata kehidupanmu kembali, dan lakukan persiapan agar kamu tak mengulangi kesalahan di masa lalu. Kesalahan di tahun 2014 cukup jadi pembelajaranmu supaya apa yang ingin kamu capai di tahun ini bisa terwujudkan!
Bagaimana? Sudah siapkah dirimu menyambut tahun baru ini? Siapkah dirimu untuk melaksanakan amanatmu sendiri? Terus semangat dan semoga berhasil! Semoga tahun ini adalah tahun keberuntunganmu!